Tampilkan postingan dengan label sekedar bertanya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sekedar bertanya. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 November 2012

Timnas di mata saya



Minggu malam, saya asik gonta ganti channel TV mencari program yang berkualitas. Mengingat acara TV seperti itu sangat sulit ditemui di TV Indonesia, jadi lumayan melelahkan sih. Lebih tepatnya lelah pikiran dan jari. Maksud hati ingin menenangkan pikiran eh, malah makin tak karuan. Jempol kanan pun ikut meracau. Kelelahan dia!

Tiba-tiba “gggoooollll!!!!” teriakan tetangga yang membahana dan cetarrrrr mengagetkan saya. Memang ada pertandingan apa? Maksud saya yang ‘berbeda’. Biasanya kalau hanya pertandingan antar liga di Eropa, mereka tidak sesemangat tadi. Mungkin karena mainnya tengah malam, jadi tidak enak teriak-teriak. Mungkin saja.. Tetapi yang ini membuat saya penasaran. Apalagi ketika adik saya bertanya, “Ada bola ya Karin? Ko si Ais (tetangga) kelihatan senang banget?” Saya hanya menggumam sembari mengganti-ganti channel, mencoba mencari tahu. 

Di sebuah stasiun TV swasta saya melihat tayangan ulang Tim nasional Indonesia mencetak gol kedua. Wah, bagus ini!! Teriak saya dalam hati. Akan tetapi, ketika saya melirik ke pojok kanan atas layar TV, ya ampun, ternyata sudah 2-2 melawan tim nasional Laos. -____________- OK!!! Jadi begitu ya? Pantas saja Ais tertiak-teriak. Tidak bisa menang setidaknya hasil seri mampu membuat hatinya sedikit tenang. Semoga.. 

Asal jangan seperti kebanyakan komentar via twitter yang ditayangkan di sebuah stasiun TV berita pagi ini yaa,. Hampir semua menanggapi perolehan timnas semalam dengan pesimis. Komentar-komentar didominasi ungkapan kecewa, marah dan putus asa. Kenapa?? Karena mereka sangat mengharapkan hasil yang lebih dari sekedar seri. Baiklah!

Saya, seorang mahasiswi Sastra yang jarang mengikuti perkembangan persepakbolaan baik internasional maupun nasional tentu memiliki pendapat sendiri. Bukan ingin mengkritik timnas atau pelatihnya habis-habisan, namun lebih melihat masalah ini dari sisi awam.  Kekaguman saya pada fenomena si bola bundar yang satu ini hanya sebatas tempelan poster Fernando Torres di dinding kamar, salah satu pemain Chelsea yang katanya memiliki prestasi yang kian menurun. Jadi, boleh saja kalian menganggap ini hanya kekurangkerjaan saya di senin pagi, sekedar membunuh waktu untuk segera berangkat ke kampus dan memastikan diri tidak terlambat. Kalau tidak, saya yang akan “dibunuh“ oleh si Ibu Dosen. Hahaha

Pertandingan semalam merupakan pertandingan pertama di perebuatan piala AFF. Sebelumnya Indonesia memang sudah melakukan uji coba dengan beberapa tim nasional dari Brunei Darussalam, Vietnam dan Timor Leste. Hasilnya lumayan, namun menurut banyak ‚pakar‘ sepak bola Indonesia, hasil itu masih belum memuaskan. Menengok hasil semalam 2-2 melawan Laos membuat sebagian besar pengagum Timnas kecewa. Saya jadi ragu, mereka benar-benar pendukung atau bukan sih? Melemparkan komentar-komentar pahit via jejaring sosial. Bukannya bersyukur dan menyemangati lagi, malah mungkin membuat semangat pemain makin drop.

Sepak bola Indonesia tidak luput dari goncangan masalah. Di Indonesia semua bidang pasti ada masalahnya. Tidak terkecuali persepakbolaan. Di belakang layar, dua kekuatan besar yang seharusnya mampu menjadi supporter utama dan penyokong timnas kita malah saling adu jotos. Masing-masing merasa lebih oke dari yang lain. Bahkan Alfred Riedl saja harus menjadi korban. Dipecat, dipanggil kembali kemudian dipulangkan lagi. Seharusnya sih para pembesar ini malu (kalau punya kemaluan)!! Tetapi, entahlah.. 

Sadar atau tidak, tentu masalah ini mempengaruhi kinerja timnas. Bagaimana mungkin mereka bisa konsentrasi penuh kalau di rumahnya saja piring, gelas ember dilempar kemana-mana saking kerasnya otak dan hati para pemimpin yang tidak mau mengalah sama sekali. Saya saja, kalau berangkat dari rumah muka tekuk sepuluh, di kampus juga bawaannya pasti bad mood. Itu saya sih, tidak tau yang lain. Semoga timnas kita tidak secengeng saya. Menjadikan alasan konyol seperti itu sebagai dalih menyelamatkan diri. Hehe..

Semua pihak sebaiknya mampu dan mau berkaca. Apakah pantas melakukan hal seperti yang sedang mereka lakukan? Apa para penggemar sudah pantas berkomentar pedas dan menyakitkan? Apakah pelatih Nil Maizar sudah pantas menjadi pelatih? Apakah para pemain timnas sudah pantas berlaga di piala AFF? Apakah saya pantas menuliskan ini?????

Lepas dari itu semua, saya bangga pada tim nasional kita. Saya yakin, semua pasti menginginkan kemenangan, namun hendaklah menengok persiapan-persiapan yang sudah dilakukan. Apakah sudah seharusnya kita menang? Jangan berharap terlalu tinggi.. Dan jangan pernah berhenti mendukung!!!
Dan sekarang sudah pukul 08.30. Kelas saya mulai pukul 09.00. Belum mandi dan sarapan. Sepertinya saya akan dimakan hidup-hidup. Hahahahha :D

Kamis, 15 November 2012

Kegalauan sebuah ide

........................................................................................................................................
Tadi pas di kamar mandi kayanya banyak banget yang mesti ditulis. Ide-ide seperti berebutan keluar dari persemedian. Lancar, seperti jalan tol jakarta di musim lebaran.
Ada banyak hal menarik yang seharusnya sekarang sedang gue ketik.
Akan tetapi, apalah daya. Pas gue klik new entry di blog gue, seketika itu pula semua ide-ide segar layaknya kucuran air pancuran di sebuah kampung nun jauh di mata, lenyap tanpa bekas.
Kenapa bisa begitu ya?

Paling kesal itu, kebanyakan ide pada baru bangun setelah hibernasi bertahun-tahun, justru ketika gue mau tidur. AAAArrrggghhh... Apa gue harus bawa kertas dan pensil ketika mau tidur?? Jadi, bukan seperti manusia normal lainnya. Sebelum tidur biasanya sikat gigi, cuci muka, tangan dan kaki, tapi mempersiapkan alat-alat tulis. Laptop juga boleh biar ga usah mindahin dari kertas ke komputer. Cek modem juga. Kuotanya masih ada ga. Jangan sampai udah lelah, letih, lesu ngetik berember-ember ide, eh connection time out... Ckck..

Jadi, sekarang saya sedang berpegangan pada kaki meja akibat bingung yang berkepanjangan terutama sejak lima menit lalu.
Baiklah..
Ada baiknya bila saya istirahat dulu, tidur  mungkin.
Siapa tau ide-ide itu muncul lagi.
Tapi, kalau sudah mengantuk??? Apa daya, disimpan dulu di draft.
Konsekuensinya : kemungkinan ingat lagi setelah bangun sangat kecil.

ZZzzz..

Kamis, 08 November 2012

Menikah?!

Saya       :"Oppung, nanti aku kalau udah kerja mau seperti nantulang. Tugas ke luar negeri, bisa jalan-jalan dan kelihatannya asik-asik"

Oppung :"Oh, dulu ada keluarga yang...... (menceritakan segudang kisah mengenai wanita-wanita yang tidak menikah karena keasikan kerja dan tidak butuh menikah)"

Saya       :(terdiam)

&&&

Saya bahkan belum menyinggung topik pernikahan tetapi Oppung sudah langsung mengaitkan dengan topik itu. Kenapa??
Saya akan mencoba menebak.
Mungkin Oppung khawatir, kalau nanti saya keasikan bekerja dan kelelahan. Tidak memikirkan diri sendiri, makan tidak teratur, kurang tidur, kurang istirahat, dan jatuh sakit. Tentu ini tidak bagus. Apa gunanya bekerja keras hanya agar punya uang untuk disetor ke rumah sakit?

Bagaimana kalau tebakan yang ini.
Oppung takut saya keasikan bekerja, merasa mampu hidup mandiri dan tidak terlalu memikirkan urusan pernikahan. Berdasarkan cerita-cerita oppung tadi, tebakan yang kedua sepertinya yang paling cocok.

Pernikahan dan menikah. Bukan perkawinan dan kawin loh. Ini adalah pernikahan. Topik yang cukup serius mengingat  ini adalah jalan hidup yang harus ditempuh semua manusia, setidaknya menurut keluarga saya. Tidak boleh ada manusia, terutama wanita, yang tidak menikah. Jangan coba-coba! Bahkan jangan pernah memikirkan hal gila seperti itu. Soal menikah dengan siapa, itu urusan lain lagi.

Kenapa? Kenapa wanita harus menikah? Kenapa oppung langsung menyetir pembicaraan kami ke arah itu? Sepintas terdengar seperti peringatan. Itu hal yang bodoh. Pendidikan tinggi tidak lagi penting kalau pada akhirnya memutuskan melajang. 

Pernikahan. Ikatan seumur hidup. Anggap saja manusia hidup paling lama 70 tahun. Wanita diharapkan sudah menikah umur 25-an. Paling telat 30 lah. Jadi, 40 tahun setelahnya akan dihabiskan bersama seorang pria dan beberapa anak. Pria itu kan tidak selamanya baik dan sesuai keinginan. Anak-anak juga tidak selamanya lucu seperti ketika mereka masih merah. Mampu? Saya suudzon ya? Itu kan hanya pendapat saja.

Ayu Utami dalam "Si Parasit Lajang" mengatakan, menikah itu baik tetapi bukan untuk saya melainkan untuk orang lain. Akan tetapi, pada akhirnya menikah juga kan? 
Jadi, yaa.. terserah saja.

Terlepas dari itu semua, sebenarnya saya kagum setengah mati pada wanita-wanita bersuami dan beranak plus bekerja di mana pun mereka berada. Mereka sangat kuat dan tidak tertandingi. They are amazing and super cool. Tidak ada kata yang cukup ampuh untuk menggambarkan keperkasaan mereka.

Jadi, Oppung santai saja yaaa.. Aku tidak kepikiran sampai ke situ kok. Semester tujuh saja belum selesai.  WISH  ME LUCK yaaa.